Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

Reproduksi Naskah : Abstrak


Abstrak merupakan suatu penyajian singkat mewakili isi tulisan sehingga menjadi bagian tersendiri dari tulisan tersebut. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif dan abstrak yang bersifat informatif. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan dan ikhtisar. Dalam tulisan ilmiah seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan adalah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.

Abstrak Deskriptif
Disebut abstrak deskriptif, karena abstrak ini hanya menyajikan uraian yang sangat singkat tentang isi tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas tentang aspek-aspek yang terdapat dalam tulisan itu sendiri. Abstrak cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga Abstrak tidak memerlukan perincian yang bersifat detil ataupun contoh-contoh yang bersifat ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan tampak dalam Abstrak. Sehingga pada pembuatan abstrak penulis hanya menyajikan hal-hal yang bertalian dengan topik atau menyajikan tentang problematika yang terdapat dalam tulisannya.

Abstrak Informatif: Ringkasan dan ikhtisar
Ringkasan merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan dengan memperlihatkan urutan dari isi atau bab-bab yang terdapat dalam. Pada prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah tampak dan problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan berurutan sesuai bab-bab yang ada.
Abstrak yang berbentuk ikhtisar sebenarnya sering digunakan para penulis dalam membuat kutipan secara tidak langsung ataupun di dalam menyimpulkan suatu uraian. Ikhtisar juga merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan namun tidak mempertahankan urutan bab-bab yang ada seperti halnya pada ringkasan.

Contoh
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK INDOMIE

Novel Haliana
ABSTRAK
            Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk Mie Instan Merek Indomie ini bertujuan untuk mengetahui apakah diantara faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis dapat berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang akan dilakukan. Dan dari faktor tersebut ingin diketahui faktor manakah yang paling berpengaruh secara dominan terhadap keputusan pembelian produk Mie Instan merek Indomie.
Untuk menganalisis perilaku pembelian konsumen tersebut, maka dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas , korelasi spearmen dan uji chi square. Dari hasil uji validitas bila data yang diolah bersifat valid maka akan digunakan dalam perhitungan berikutnya, namun bila tidak valid maka tidak akan digunakan. Dan saat diuji dengan uji reliabilitas data dari semua variabel bersifat reliabel. Untuk uji normalitas disini digunakan dalam pemilihan korelasi spearmen dan uji chi square, karena data tidak terdistribusi normal.
Dari hasil pengujian yang dilakukan didapat bahwa seluruh faktor baik budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian produk Mie Instan Merek Indomie. Namun dari ke empat faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor budaya dengan nilai korelasi pengambilan keputusan pembelian sebesar 0,466.
Kata kunci : Pengambilan Keputusan Pembelian, Faktor-Faktor, Indomie

Sumber

Nama              : Fatma Kusuma Wardani
NPM               : 10208486
Kelas               : 3EA10
Tugas Bahasa Indonesia 2


RESENSI


PENGERTIAN RESENSI
            Resensi disebut juga dengan pertimbangan buku atau istilah yang banyak muncul sekarang ialah bedah buku, timbangan buku, tinjauan buku dan lain – lain. Semua itu tidak lain adalah suatu tulisan yang berupa ulasan mengenai nilai sebuah buku atau karangan. Akhir – akhir ini resensi tidak bergerak hanya dalam bidang buku, tetapi juga mengenai film, pameran seni dan karya sastra.
            Resensi bertujuan memberi tahu kepada calon pembaca untuk mempertimbangkan apakah buku tersebut pantas  dibaca atau tidak. Maka membuat resensi harus mempertimbangkan dasar – dasar dan sasaran yang jelas.

DASAR – DASAR RESENSI
            Agar sebuah resensi atau pertimbangan diberikan secara objektif, maka penulis resensi harus memperhatikan dua hal, yaitu:
1.      Penulis resensi harus memahami sepenuhnya tentang tujuan pengarang buku.
2.      Penulis resensi harus menyadari sepenuhnya tujuan menulis resensi itu sendiri.
Tujuan pengarang buku biasanya dapat dilihat dari kata pengantar atau pendahuluan buku tersebut. Tujuan buku tersebut harus dapat ditangkap oleh penulis resensi yang kemudian harus dilihat apakah tujuan buku itu terrealisasi dalam isi buku tersebut.
Penulis juga harus dengan sadar mengenai tujuan dia menulis resensi. Oleh sebab itu, penulis harus teliti menuangkan sasaran – sasaran yang tepat dalam resensi yang ditulisnya agar dapat menggambarkan secara jelas mengenai segala hal yang ada dalam buku tersebut, yang pada akhirnya menjadi pertimbangan pembaca untuk menentukan apakah buku itu layak baca atau tidak.

CONTOH RESENSI
Resensi novel
The Secret Life Of Bees
Setelah membaca Killing a Mocking Bird rasanya tidak ada buku yang dapat menggambarkan luka akibat diskriminasi warna kulit senatural buku ini, mungkin hanya The Secret Life Of Bees lah yang dapat menggambarkan begitu natural dan dalam tentang luka akibat praktek diskriminasi yang terjadi di Amerika tahun 60-an.

Lily Owens melalui pencarian panjang untuk menemukan sosok seoarang Ibu yang selalu dihalangi oleh ayahnya T. Ray. Sosok ibu yang sempurna telah hancur ketika T. Ray memberitahukan kenyataan dibalik kematian Ibunya. Kenyataan yang menghancurkan hati gadis berumur 14 tahun ini.

Lily yang putus asa ini akhirnya melarikan diri dengan Rosaleen pembantunya setelah Rosaleen menghina pria kulit putih. Dalam pelarian ini, bukan hanya pelarian mencari tempat belindung dari kejaran polisi tetapi juga awal dari pencarian Lily akan sosok Ibu.

Dituntun oleh peninggalan Ibunya, Lily menemukan hati perempuan-perempuan yang menumbuhkan hubungan baru Ibu dan anak yang selalu diimpikan oleh Lily Owens, yang didapatnya dari sebuah perternakan Lebah.

Cerita dan penulisan yang unik karena setiap bab-nya diawali dengan quote-quote tentang Lebah dan dunianya. Sebuah Novel yang menyentuh hati.

Sumber          
Aan sugianto mas.2001.Kajian Prosa Fiksi Drama.STKIP.Kuningan

Nama              : Fatma Kusuma Wardani
NPM               : 10208486
Kelas               : 3EA10
Tugas Bahasa Indonesia 2

Kamis, 07 April 2011

PENGARUH BAHASA GAUL DALAM PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA


Saat ini banyak sekali remaja yang menciptakan bahasa gaul, yaitu bahasa baku yang dipelesetkan, sehingga terkadang orang dewasa tidak memahami bahasa apa yang dikatakan oleh para remaja tersebut.
Contoh bahasa gaul yang sering dipakai adalah beud, yang berasal dari kata banget. Selain itu Uang, yang berasal dari kata yang. Lalu ada pula kata kakak yang dalam bahasa Inggris adalah sister, menjadi sista, dan brother menjadi 6no tha.
Masih banyak sekali bahasa gaul yang digunakan para remaja dalam percakapan sehari-hari. Penyebabnya adalah kurangnya kecintaan terhadap bahasa Indonesia baku. Namun, tidak semua remaja menggunakan bahasa gaul ini. Yang menggunakannya pada umumnya adalah remaja yang ingin dianggap beken atau tenar di kalangan teman-temannya. Mereka menganggap berbahasa gaul adalah keren, padahal di mata remaja lain gaya bahasa mereka adalah alay.
Alay adalah singkatan dari Anak Layangan, yaitu anak-anak yang dalam berbicara atau menuliskan kata-kata cenderung agak kampungan. Ciri-ciri alay antara lain
Menulis kata disingkat,
seperti "lagi apa?" menjadi "gi pha??"atau "bosen bangefjadi "bsen bgd nh "atau "bosen beud nh".
Memakai simbol tambahan "p@ k@bar L0e/?"atau "hha.. y nh.. lg bosen-" pada kalimat yang ditulisnya.
Menggunakan huruf z di belakang kata "mk bgtz." atau "gurunya malezin yh ".
Di atas adalah sebagian kecil dari ciri-ciri alay. Gaya bahasa ini tidak hanya mereka praktikkan dalam penulisan, namun juga dalam cara berbicara. Ketika mereka berbicara dengan bahasa gaul yang agak sedikit norak itu, terkadang bibir mereka monyong mengikuti kata-kata yang mereka ucapkan. Aksen huruf z pada akhir kata terdengar sangat jelas, sehingga membuat lawan bicara yang tidak memahaminya menjadi pusing.
Bahasa gaul yang digunakan anak remaja alay ini sudah menjalar ke mana-mana. Anak kecil pun mengetahui gaya bahasa ini. Sangat disayangkan sekali, anak kecil yang sebenarnya mampu menyerap banyak kata terpaksa menyerap kata-kata yang tidak baku dalam bahasa Indonesia. Dari sekian banyak bahasa di Indonesia, mengapa bahasa gaul ini yang lebih populer? Apakah karena bahasa Indonesia yang baik dan benar hanya digunakan di kelas saja?
Tugas Orang Tua dan Guru
Sebenarnya ini adalah tugas bagi orang tua dan guru untuk memperhatikan perkembangan bahasa anak-anaknya. Karena berbahaya sekali jika anak-anak kecil menggunakan gaya bahasa gaul nan alay ini. Mereka bisa menuliskan dan mengucapkannya hingga remaja nanti, sehingga mereka tidak mengetahui yang manakah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bisa saja karena mereka terlalu sering menggunakan bahasa yang norak ini hanya karena ingin gaul dan tenar, lalu mereka mengucapkannya di depan guru, menuliskannya pada lembar jawaban ulangan esai, dan menggunakannya ketika berpidato.
Mengapa demikian? Karena mereka sudah terbiasa dengan bahasa gaul alay ini, bisa saja mereka lupa dengan bahasa asli bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Penggunaan bahasa gaul nan norak ini banyak sekali digunakan dalam penulisan status Facebook. Di jejaring sosial ini, kita dapat menuliskan status yang menggambarkan keadaan kita. Nah, di sinilah yang menjadi ajang anak layanga=n menunjukkan keberadaannya. Contoh status Facebook anak layangan
Menulis dengan huruf besar dan kecil dalam satu kalimat, contoh SaYa SedAnG TiDAk AdA di RuMah SaaT iNi.
Menulis dengan diselingi angka di dalam kalimat, contoh 54Y4 S4Y4N9 S4m4 K4M03.
Menggunakan tanda baca yang tidak perlu di dalam kalimatnya, contoh:
Aq...engga...tauuuu...mauuu..n ulizzz...appaaaaaa.......!?!?!
Menggunakan singkatan-singkatan yang berlebihan, contoh Aq gga da wqtu skrg wt ktmu qm, qm jja yg dtnk k t4 q.
Nah, itulah ciri-ciri anak layangan dalam statusnya di Facebook. Dari situlah bahasa gaul itu merambat ke penulisan dan pengucapan sehari-hari. Kenapa mereka seperti itu?
Alasannya adalah karena ingin mengambil perhatian orang lain, mereka mencari simpati agar diperhatikan de ngan cara yang demikian. Mereka tidak menyadari bahwa membaca tulisan seperti itu sangatlah memusingkan, membuat mata sakit, dan susah memahaminya. Lalu bagaimana jika mereka menggunakan penulisan seperti itu dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah? Gurunya pasti tidak paham dan itu tidaklah sesuai dengan yang diajarkan di sekolah.
Manusia bisa karena terbiasa. Jika anak-anak remaja itu sudah terbiasa menulis dengan kata-kata yang salah maka selanjutnya akan salah. Hal ini dapat membuat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tidak dipakai dan mati. Seharusnya remaja membudidayakan berbahasa yang baik, karena kalau bukan remaja, siapa lagi?
Namun, mungkin karena jam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah kurang, bisa saja mereka menjadi malas berbahasa yang baik. Atau mereka menganggap guru mereka membosankan, jadi mereka merasa pelajaran bahasa Indonesia pun membosankan, dan mereka tidak peduli dengan tata cara bahasa yang baik dan benar.
Banyak cara untuk membuat remaja menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, antara lain:
·         Membiasakan remaja untuk membaca buku-buku penulis Indonesia.
·         Berbicara dengan bahasa yang baik kepada anak remaja.
·         Memperkenalkannya dengan karya sastra sastrawan Indonesia.
·         Mengajaknya sering-sering berlatih menulis dengan bahasa Indonesia yang baik.

SUMBER

Nama              : Fatma Kusuma Wardani
NPM               : 10208486
Kelas               : 3EA10
Tugas Bahasa Indonesia 2

LAPORAN


Latar Belakang Masalah
Laporan merupakan hal yang sangat vital  dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian laporan menurut F X Soedjadi mendefinisikan sebagai berikut:
- Suatu bentuk penyampaian berita,keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun tulisan dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang ( authority ) dan tanggung jawab ( responsibility ) yang ada antara mereka.
-salah satu cara pelaksanaan komunikasi dri pihak yang satu kepada pihak yang lain.
Manfaat Laporan bagi perusahaan:
  1. merupakan perwujudan dari responsibility pelapor  terhadap tugas yang di limpahkan.
  2. sebagai alat untuk memperlancar kerjasama dan koordinasi maupun komunikasi yang saling mempengaruhi antara perseorangan dalam organisasi.
  3. sebagai alat untuk membuat budgeting ( anggaran ), pelaksanaan, pengawasan, pengendalian maupun pengambilan keputusan.
  4. sebagai alat untuk menukar informasi yang saling dibutuhkan dalam pekerjaan.

Masalah
1.      Pengertian laporan?
2.      Sistematika laporan?
3.      Jenis – jenis laporan?
4.      Contoh laporan?
Pembahasan
Pengertian Laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yangberhubungan secara structural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan.Laporan tersebut sebagai bukti pertanggung jawaban bawahan/petugas tim/panitia kepadaatasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan.

Sistematika Laporan
Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitandengan data-data yang akurat dan lengkap.Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas:

1.bagian awal, terdiri atas :
a.halaman judul:judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penuli, intansi asal, kota penyusunan,dan tahun.
b. halaman pengesahan (jika perlu)
c. halaman motto/semboyan(jika perlu)
d. halaman persembahan (jika perlu)
e. prakataf.daftar isig.daftar tableh. daftar grafiki. daftar gambar j.abstrak: uraian singkat tentang isi laporan

2. bagian isi
a.bab I pendahuluan berisi tentang
1. Latar belakang
2. Identitas masalah
3. Pembatasan masalah
4. Rumusan masalah
5. Tujuan dan manfaat
b. bab II: kajian pustaka
c. Bab III:metode
d. bab IV:pembahasan
e. bab V: penutup

3. bagian akhir 
a. daftar pustaka
b.daftar lampiran
c. indeks : daftar istilah


Jenis – Jenis Laporan
a. Laporan Program Kerja
b. Laporan Ilmiah
c. Laporan pertanggung jawaban

Contoh Laporan
Laporan Program Kerja
BAB I PENDAHULUAN
A.GAMBARAN UMUM DUKUH
Secara administrasi, pedukuhan Sentolo lor masuk dalam wilayah Desa Sentolo, KecamatanSentolo, Kabupaten Kulon progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan wilayah Sentololor terdiri dari: a.RW 07 meliputi RT 13 dan RT 14
b.RW 08 Meliputi RT 15 dan RT 16
c.RW 09 Meliputi RT 17 dan RT 18
Adapun batas-batas wilayah Dusun sebagai berikut:
Sebelah Utara: Dusun Malangan
Sebelah Timur: Desa Pongangan
Sebelah Selatan: Dusun Sentolo KidulSebelah Barat: Dusun Jangkan lor 
BAB II PROSES / ALUR KEGIATAN
A.      Alur Kegiatan
Sebelum peserta KKN diberangkatkan ke lokasi, dilakukan pelepasan terlebih dahuludengan upacara resmi di teatrikal Ushuludin, yaitu pada tanggal 07 Juni 2010. Setelah diadakanupacara pelepasan, pada tanggal 12 Juli 2010 peserta KKN diberangkatkan ke lokasi KKNtepatnya di kantor kecamatan Sentolo. Selanjutnya dari kelurahan peserta KKN menuju ke kantor kelurahan Sentolo kemudian peserta KKN yang berjumlah 11 orang dengan diiringi oleh bapakdukuh menuju lokasi yang menjadi ajang kegiatan untuk ditempatkan di posko, yakni di RumahDukuh Sentolo Lor, bapak Djoko Santoso.
Sebagai langkah awal kegiatan KKN, dilakukan observasi dan wawancara selama kuranglebih satu minggu untuk memperoleh informasi yang lengkap tentang keadaan Dukuh Sentolo Lor.Informasi yang kami dapat langsung dari Bapak Dukuh maupun masyarakat setempat. Denganinformasi yang telah didapat, penulis dapat merumuskan berbagai masalah yang ada di DukuhSentolo Lor, sehingga perumusan dapat diuraikan secararinci dalam Rencana Program KerjaIndividual (RPK).
Program Kerja itu sebenarnya merupakan bentuk final RPK yang telah disusun yangsebelumnya berwujud usulan/proposal rencana program kerja. Setelah melalui diskusi, koreksidan revisi secukupnya oleh masyarakat melalui sosialisasi Rencana Program Kerja baik individumaupun kolektif, maka disetujui oleh pihak yang berwenang. Dalam hal ini ditandangani olehbapak Dukuh Sentolo Lor dan pihak kelurahan Sentolo. Setelah disetujui satu persatu persatuprogram kami jalankan.Kegiatan yang pertama diawali dengan mengisi pengajian ibu-ibu sentolo lor di MuhsollahAl-Muhtadin yang rutin diadakan 2 x dalam satu bulan yakni pada malam jumat kliwon dan malamjumat pon, saat pengajian tersebut bertepatan dengan kamis kamis kliwon tanggal 15 juli 2010.Pengajian dibagi dalam dua sesi yakni Materi pengajian pertama yang disampaikan ialah tafsir surat As-Syams, kemudian pengajian kedua bermaterikan tentang puasa (amalan-amalan yangdapat dikerjakan dalam bulan ramadhan).
Kegiatan yang kedua sesuai dengan rancangan program kerja yakni pelatihan baca Al-Quran kepada ibu-ibu sentolo lor, pengajian baca Al-Quran ini dikhususkan kepada ibu-ibu yangbelum bisa mengenal, mengingat serta membaca huruf-huruf hijaiyah, kegiatan ketiga yangdilaksanakan adalah penyuluhan kewirausahaan (Enterpreneur), kegiatan keempat yangdikerjakan secara serempak ialah penyuluhan kepada ibu-ibu PKK tentang gizi, KB, dankesehatan reproduksi, serta kegiatan terakhir ialah pembuatan stiker pesan moral yangdiperuntukan kepada masyarakat.

BAB III RENCANA TINDAKAN LANJUT DAN REFLEKSI
A.    Rencana Tindak Lanjut
Dari tujuh program kerja yang sudah terlaksana, diharapkan tidak berhenti di tengah jalan.Sehingga program yang telah berjalan dapat terus berjalan dapat terus berlanjut meskipunmahasiswa KKN sudah meninggalkan lokasi.
1.Menyelenggarakan pengajian ibu-ibu secara ruti
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut, karena dengan adanya pengajian tingkatpengetahuan ibu-ibu seputar agama islam akan bisa bertambah, selain hal itu, forum pengajianmerupakan forum silaturahmi terbaik bagi warga muslim.
2. Pengajian TPA ibu-ibuPengajian
 TPA ibu-ibu hendaknya dilanjutkan baik secara mandiri maupun denganmengundang staf pengajar dari luar dusun sentolo lor, karena proses pemahaman huruf hijaiyahdan kefasihan dalam membaca huruf arab dalam Al-Qur’an.
3.Penyuluhan Kesehatan reproduksi
Program kesehatan reproduksi lebih khusus pada penyuluhan kanker serviks tindak lanjutnya bisabekerja sama dengan puskesmas setempat untuk pendataan masyarakat yang ingin kanker serviks, kemudian bisa dilaksanakan pemeriksaan kanker serviks secara massal.
4.Penyuluhan KB
Penyuluhan KB rencana tindak lanjutnya bisa dengan bekerja sama bidan setempat agar wargabisa mendapatkan gambaran lebih baik tentang alat kontrasepsi bisa juga langsung pemasangan.
5.Penyuluhan Gizi
Tindak lanjut kegiatan penyuluhan bisa bekerja sama dengan puskesmas, bidan atau posyanduuntuk memantau tinkat asupan gizi pada ibu hamil di dusun sentolo lor.
6.Stiker pesan moral
Rencana tindak lanjut stiker pesan moral bisa dengan pemasangan secara menyeluruh kerumah-rumah penduduk sentolo lor secara menyeluruh.
B. Refleksi(Hikmah)
Program-program yang sudah terealisasikan telah memberikan hasil dan dampakperubahan yang signifikan. Sehingga dapat diambil banyak hikmah yang terkandung didalamnya.Antara lain adalah:
1.Mahasiswa mengetahui kegiatan sosial keagamaan yang adadi masyarakat yang sangat perluuntuk dikembangkan.
2.Kerjasama yang baik antara teman kelompok, dan masyarakat pada umumnya merupakankunci keberhasilan bagi setiap program yang dijalankan.
3.Dalam pelaksanaan program kerja, peran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangatdiperlukan karena hal ini adalah hakikat dari pemberdayaan masyarakat dan sesuai dengan basic need  masyarakat.
4.Secara umum pelaksanaan program kerja berjalan dengan lancar karena dukungan darimasyarakat cukup optimal.
5.Dengan adanya KKN ini masyarakat dapat termotifasi untuk membangun diri terutama SDMnya.

BAB IV PENUTUP
A.Lampiran (Gambaran/Sketsa,Foto dsb)
B.Catatan Lapangan
Kuliah kerja nyata (KKN) sangat membutuhkan sinergitas dalam pelaksanaan programnya.Tanpa hal ini mustahil seluruh program kerja dapat terlaksana. Selain itu kesungguhan, semangatdan pengorbanan serta niat ikhlas juga sangat dibutuhkan, karena dengan unsur inilah segalayang berat akan terasa ringan.
Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program kerja sering kali ditemukan denganberbagai variatifnya. Semuanya harus dihadapi dengan lapang dada, dan perasaan yang ceria.Kerelaan hati serta bimbingan masyarakat juga sangat dibutuhkan demi kelancarannya kegiatan.Oleh karena itu, dengan ridho Allah SWT, kami senantiasa mengharapkan bantuan dari segalapihak serta kritik dan saran selama menjalankan program kerja yang telah diprogramkan.Dan terlaksananya program kerja tersebut tidak terlepas dari dukungan, bantuan dan peran sertapenduduk masyarakat Sentolo lor dan kerjasama dari teman-teman KKN khususnya kelompok Sentolo 4. Oleh karena itu, sikap saling menghargai dan menghormati antara kelompok harus tetap terjaga.
Demikianlah laporan akhir ini disusun, dengan harapan dapat memberikan gambaransecara jelas hasil program kerja selama KKN, mohon maaf atas segala kekurangan. Semogapetunjuk dan rahmat Allah senantiasa tercurahkan kepada kita semua, amin

SUMBER

Nama              : Fatma Kusuma Wardani
NPM               : 10208486
Kelas               : 3EA10
Tugas Bahasa Indonesia 2